18 Nov 2011

Dasar Seni Taman Dalam Ide Pengembangan Wawasan

seni taman

Mengawali hari dengan disambut taman di rumah, dan akhiri kerja dengan dijemput keindahan taman, walau hanya sekilas pandang akan membuat hati ini nyaman jadinya, begitulah sedikit penyegaran hati akan rutinitas dan penyegaran otak melalui mata kita, dan mengapa pula kita perlu menghijaukan kota dengan jalur hijau dan vasum taman (vasilitas umum). Semua ini tidak lepas dari taman adalah seni bagi semua orang.

Dasar Seni Taman Dalam Ide Pengembangan Wawasan

Pendapat Taman Saya bahwa taman adalah seni, Seni Taman memang sudah ada sejak lama, dan seni ini sudah memiliki tempat tersendiri dikalangan penggemarnya, bahkan sejak Nabi Adam yang ada di kitab suci, tamanpun sudah ada sampai anda lupa bahwa seni taman sudah ada sejak jaman manusia belum bisa pakai baju.

Taman itu (maksud di atas) memiliki titik fokus tanaman yang membuat orang terpikat, memberikan kesenangan, perlindungan, ketenangan jiwa, dan bisa anda tambah sendiri . ., Begitu Pula Dengan Taman Sekarang.

Pernah aku pikir bahwa taman yang paling terkenal adalah Taman Gantung Babilonia, karena waktu kecil saya sangat penasaran, apa taman seperti itu digantung seperti gantangan burung berkicau, ternyata tidak . ., malah sekarang waktu mendalami taman muncul istilah gaya taman diatas atap cor-coran semen, he . .he . .

Nah, dari kedua contoh di atas bahwa sudah seumur itulah seni taman, semua akan berulang dengan gaya dan maksud yang sama, perkembangan inilah yang menjadikannya seni yang kaya akan inovasi dan melibatkan berbagai macam elemen.

Seni adalah bagian dari kehidupan, dan tak bisa lepas dari manusia, seni taman adalah nilai yang patut diperhitungkan seperti halnya seni lukis, seni pahat, seni fotografi, kalau kita anggap seni taman adalah yang tertua, maka MEMANG yang tertua dan banyak santannya, dan saking tuanya maka menjadi suatu bagian hidup manusia seperti halnya makan, ingat . . kebutuhan manusia jasmani dan rohani.

Dapat disimpulkan bahwa setiap seni ada kelemahan dan keunggulannya, tetapi seni taman ini lebih kompleks dibanding dengan seni lainnya, karena bisa dinikmati sendiri, dinikmati bersama, disentuh, dirasakan, didengar, dicium aromanya, semakin indah dengan peran serta pemiliknya adalah kelemahannya, dan akan menunjukkan citra yang punya. Hasilnya adalah keenam panca indra kita yang memperoleh manfaatnya, (jawab sendiri ya..).

Salam, Taman Saya.

"Artikel ini untuk perkembangan Seni Taman", sertakan saja linknya, mari bersahabat dan buat paguyuban di Net, untuk perkembangan ilmu seni taman sendiri dengan Opini khusus dari kita tukang dan desain taman.

6 Sep 2011

Lampu Taman Asli Indonesia Inspirasi Stupa Borobudur

Stupa Candi Borobudur | Taman Saya

Seperti taman Jepang gambar lampu taman mereka dapat mewakili gaya taman, bagaimana lampu taman dari miniatur stupa candi Borobudur ini pasti akan jadi ikon Indonesia, dari hasil jalan-jalan Taman Saya menyatakan bahwa stupa bukan budaya Budha saja, tetapi budaya bangsa yang disampaikan pada dunia, dan kini bentuk stupa jadi lampu taman asli indonesia, Yuk kita buktikan.

Hasil oleh-oleh lebaran berwisata menambah banyak wawasan akan budaya yang membuka mata, Jalan berputar searah jarum jam (ikuti alur cerita) kelilingi dinding candi setiap lantai sampai atas, dan mengambil gambar realief batu candi yang menarik hatiku lalu mencari motif ukiran bunga dan ornamen membuat panas sinar matahari tak terasa, dan inilah hasil ideku.

Teringat lampu Jepang jadi iri, Sepertinya taman ada yang kurang bila tanpa lampu, Memang bentuk stupa ini sudah disadur jadi lampu taman, tapi hanya lobang wajiknya saja, yang sering saya jumpai bentuk dasarnya persegi panjang mirip balok dan ada tatakan serta bertopi seperti punya Jepang, cantik dan indah memang, karena kolaborasi itu, tetapi belum unik asli indonesia.

Lampu Taman Stupa Candi Borobudur | Taman Saya

Seperti ini baru unik, ingatlah teman pengrajin ornamen, semua bentuk apapun akan berkolaborasi sehingga akan lebih modern, tetapi akan jadi suatu trend dimasa yang akan datang bahwa bentuk alami dari tradisi akan dicari, mari kita budayakan lampu taman stupa, yuk . . .

Percaya atau tidak, 1000 tahun lebih nenek moyang kita membuat Borobudur, tidak kusangka barang kuno ini bisa menjadi ikon bangsa Indonesia, dan tidak aku duga, bahwa nenek moyang kita sanggup memberi nafkah secara langsung pada anak cucu mereka yaitu penduduk sekitar dengan berjualan makanan dan sovenir serta sculpture, JEMPOL kan . . . bagaimana dengan anak cucu kita ? . . OKE.

Ya ampun melenceng dweh tulisanku, maaf...

Kalau kita lihat sekilas lampu taman seperti ini tetap saja tampak kuno tidak menggairahkan mata, kadang sempat pula terlintas pikiran negatif akan keberadaannya di halaman rumah, tapi kalau pola pikir tentang taman sudah semakin maju dan berkembang, hal itu akan lewat menjadi suatu yang sangat ekskotik, indah dan menantang.

Bila lampu taman stupa terlihat kurang semangat jika berdiri sendiri, maka caranya yaitu dengan menambah tatakan empat kaki untuk jadikan tinggi sehingga radius cahaya menjadi tambah luas.

Sepertinya bukan itu saja, dengan tatakan akan lebih ekspos, tatakan empat kaki akan menghilangkan kesan individu untuk lampu taman jenis ini, coba modifikasi lainnya tapi tanpa merubah bentuk asli stupa.

Lestari budayaku.

Terima kasih kunjungannya,



Update: 16 Januari 2012, gambar lampu taman bentuk candi.


Miniatur Lampu taman Stupa Candi Borobudur | Taman Saya