9 Nov 2011

Lampu Taman Batu Palimana Cocok di Taman Minimalis

Lampu Taman Batu Palimanan

Furniture lampu taman yang satu ini bentuknya sudah familiar di masyarakat, dari batu alam dengan dasar persegi panjang yang sangat cocok untuk taman mini, taman kering, taman minimalis maupun untuk taman belakang dan dalam rumah, dulu awalnya terbuat dari tembikar dari Yogyakarta dan Bali.

Taman Saya kali ini sedang asyik mengulas tentang furniture dan ornamen taman, karena kebutuhan akan hardscape ini sangat mudah dan serasi diaplikasi pada taman gaya minimalis yang sedang di puncak pohon di atas daun selama beberapa tahun belakangan dan akan terus naik tahun depan menurut surveynya bapak gugle.

Taman minimalis sudah melewati modern dan kini menuju campuran dengan banyak ide dan kreativitas yang muncul semua jadi lebih bisa dimasukkan dalam taman dan tidak terasa janggal, mulai dari lampu taman, air terjun, air mancur, pot tanaman, semua menjadi tampak minimalis.

Gambar di atas adalah lampu taman persegi panjang dari batu palimanan, bentuk persegi sendiri dapat mewakili taman minimalis, sedangkan ukiran tanaman bisa dimasukkan dalam taman gaya tropis, kalau lihat keseluruhan sekilas maka akan tampak klasik, ayo . . pilih mana.

Furniture Lampu Taman ini sekarang banyak variannya, dari yang awal dari tembikar, muncul yang dari batu palimanan, sekarang dari semen lebih marak karena lebih mudah pembuatannya dan murah lalu di cat tembok warna hitam di gurat garis-garis untuk kesan minimalis praktis, dan warna lainnya bisa diaplikasikan, tergantung selera dan penempatan.

Tapi taman saya pribadi lebih menyukai lampu taman yang warna alami yaitu dari batu kapur palimanan ini karena lebih halus, warna yang terpancar adalah citarasa, memiliki yang jenis ini adalah seperti mempunyai furniture ukir kayu jati, tingkat kesulitan tinggi dalam pengukiran membuat saya menghargainya sebagai karya seni yang di perhitungkan dalam seni taman maupun seni pahat.

Ada yang pingin lampu taman dari ukiran batu candi..., cocok sekali untuk taman minimalis bercitarasa tinggi, silahkan berburu sendiri . . . (paling kalau sudah dapat tidak ditempatkan di taman, tapi dalam rumah, setidaknya di teras.) Eman yaa.... kalau berlumut.
(coba cari di Yogya arah Borobudur, saya pernah lihat, kalau di Mojokerto atau di Bali saya belum pasti, atau semoga ada dikota saudara.)

Salam Lampu Hias,

8 Nov 2011

Trik Furniture atau Hardscape Taman Tropis Percantik Taman

furniture taman

Penempatan Furniture di taman rumah merupakan elemen penunjang yang mempercantik taman, adalah teknik sederhana dengan penempatan yang tepat, ditunjang dengan sedikit trik dan pengertian akan gaya taman lalu ditambah sedikit biaya berbelanja furniture maka taman indah dipandang, cukup.

Umumnya material furniture pada taman tropis sama dengan taman klasik, hanya lay out saja yang berbeda yaitu simpel, alami mendekati alam, bila kita kembali ke dasar pengertian taman gaya tropis yang kembali ke nuansa rimbun rapi dan segar seperti alam di Indonesia itulah maksudnya.

Furniture yang digunakan yaitu lampu taman, bangku, pot, tatakan, tapak kaki dengan bentuk beraneka macam tetapi usahakan warnanya natural, seperti kehijauan, kecoklatan, kuning gading, dan bentuk-bentuk furniturenya condong keklasik modern. gunakan trik pemakaian cat yang sangat penting untuk nilai umur panjang, pemakaian coating juga perlu tetapi pakailah yang dof atau tidak mengkilat.

Banyak furniture taman yang terbuat dari batu alam, ada yang dari batu palimanan, batu candi, batu marmo atau pacitoroso (marmer bakar), batu pacitan. Trik Marmo dan Pacitan adalah batu yang disarankan karena batu ini sangat keras (pengalaman taman saya memotong batu dengan circle) sehingga kerapatan pori dapat mengurangi pertumbuhan lumut akan menambah nuansa alami, sepertinya perlu juga dicoating (dof) untuk nilai plus pada batu.

Kalau pingin lebih alami dan klasik tropis, ya . . jangan di cat coating, tetapi rajin-rajinlah membersihkan dari lumut sebelum lumut tersebut menyatu dengan batu alam dan sulit dibersihkan, kalau taman saya sih pilih yang lebih praktis.

Penggunaan batu alam sebagai furniture taman ini bisa pada lantai atau sebagai paving untuk melewati taman, pada dinding sebagai pelapis tembok atau sebagai realief dan ornamen, undakan pada tangga, sebagai alas pot maupun kolam.

Sebenarnya furniture taman dari unsur kayu akan taman saya bahas, tetapi tidak . ., sebaiknya hindari . ., lebih dianjurkan dari semen, besi dan batu.

Detail lainnya menurut taman saya akan berubah seiring dengan perkembangan seni pertamanan di Indonesia, peranan bapak, ibu dan saudara yang ikut berperan untuk mempercantiknya dengan ide, sedang di hardscape taman muncul berbagai model terbaru seperti gencarnya ide trik furniture untuk taman minimalis.

Maka untuk mempertegas konsep pada gaya taman khususnya taman tropis ini gunakan material hardscape berpola dan warna mirip alami, penempatan furniture menyatu dengan taman dan hanya satu dua saja, penempatannya jangan permanen agar bisa diubah mengikuti selera.

Salam furniture hunting,

22 Okt 2011

Rawat Batu Alam di Halaman Taman Rumah Indah

lantai batu borobudur

Patung, ornamen, dinding dan lantai batu alam di dalam rumah tidak terlalu bermasalah, tapi bila di halaman taman rumah dan di teras rumah bagaimana ? tentu flek hitam karena lumut akan hadir dimana-mana, mari simak cara pencegahan dan perawatannya.

Gambar di atas adalah lantai batu dari candi borobudur yang sudah berumur seribu tiga ratus tahun, saya pasang gambar itu karena adalah sebuah inspirasi untuk menata lantai atau dinding dengan teknik nenek moyang kita yang tentu saja adalah dasar seni batu alam sekarang.

Model susunannya lucu tidak beraturan dengan rongga di sela-sela batu yang berfungsi untuk mengalirkan air, karena tetap kering dan menghadap matahari langsung maka lumutpun enggan tumbuh, tetapi bila kita menyisir dinding candi yang menghadap utara dan selatan ada beberapa titik yang ditumbuhi lumut dan jamur hijau karena tidak terkena panas matahari langsung dan resapan aliran air hujan sepertinya terpusat dilokasi tersebut.

Dari situ dapat diambil hikmah pula bahwa talang air hujan harus kita kontrol dan di arahkan langsung kesaluran pembuangan, air hujan yang turun dari genting pun bila terpercik kedinding dalam volume banyak dan terus menerus terutama saat musim hujan bisa menumbuhkan lumut karena lembab dan berpori-pori, begitu pula pada batu alam yang berada di luar bangunan rumah.

Batu alam memang cantik bila berpadu dengan dinding pagar maupun tembok rumah, tekstur dan warna alami yang tiada dua, tapi sayang batu yang indah baik yang lunak seperti batu palimanan dan yang keras seperti batu marmo, yang berharga standart maupun yang mahal, tidak ada pengecualian dari serangan lumut dan jamur, "jadi ingat pernah liat cewe cantik berkulit mulus tapi ada panunya. . ." Hwa.. ka.. ka..

Jika para lumut ini sudah terlanjur cinta sama batunya yaitu menempel erat karena lupa merawat maka sulit sekali membersihkannya karena yaitu tadi batu alam memiliki pori-pori, bisa di bersihkan dengan sikat besi tapi akan MERUSAK warna alami, dengan air keras pakai sikat plastik juga dapat membuat KUSAM warna tetapi tidak parah dianjurkan pakai kacamata renang agar mata tidak buta, coba pikir maksud saya, percikan air keras menjadi liar bila kita menggosok dengan sikat pada media tidak beraturan.

Pencegahan pada lumut adalah dengan melapisi batu alam pada dinding dan patung serta ornamen dengan cat pelapis yang biasa disebut dengan coating yang khusus untuk batu alam, coating ini tidak mempengaruhi warna alami batu, tapi malah akan memunculkan warna yang terang dan indah pada batu, sekedar pengetahuan bahwa coating ini berwarna bening.

Ada dua jenis cat coating yaitu mengkilap dan tidak, pelapis khusus ini juga menghindari batu dari kotoran karena mudah dibersihkan, dan pesan saya pakailah coating tidak terlalu tebal tetapi menutup semua pori-pori yang ada dengan rata.

Dapat disimpulkan bahwa tindakan pencegahan akan tumbuhnya lumut dapat dihindari dengan mengusahakan batu alam tidak terkena grojokan air terus menerus dari talang, dan pemakaian coating hendaknya dilakukan setelah pemasangan, sekedar informasi bahwa tembok semen juga bisa dihindarkan dari lumut dengan teknik tersebut.

Salam, bebas lumut

6 Sep 2011

Lampu Taman Asli Indonesia Inspirasi Stupa Borobudur

Stupa Candi Borobudur | Taman Saya

Seperti taman Jepang gambar lampu taman mereka dapat mewakili gaya taman, bagaimana lampu taman dari miniatur stupa candi Borobudur ini pasti akan jadi ikon Indonesia, dari hasil jalan-jalan Taman Saya menyatakan bahwa stupa bukan budaya Budha saja, tetapi budaya bangsa yang disampaikan pada dunia, dan kini bentuk stupa jadi lampu taman asli indonesia, Yuk kita buktikan.

Hasil oleh-oleh lebaran berwisata menambah banyak wawasan akan budaya yang membuka mata, Jalan berputar searah jarum jam (ikuti alur cerita) kelilingi dinding candi setiap lantai sampai atas, dan mengambil gambar realief batu candi yang menarik hatiku lalu mencari motif ukiran bunga dan ornamen membuat panas sinar matahari tak terasa, dan inilah hasil ideku.

Teringat lampu Jepang jadi iri, Sepertinya taman ada yang kurang bila tanpa lampu, Memang bentuk stupa ini sudah disadur jadi lampu taman, tapi hanya lobang wajiknya saja, yang sering saya jumpai bentuk dasarnya persegi panjang mirip balok dan ada tatakan serta bertopi seperti punya Jepang, cantik dan indah memang, karena kolaborasi itu, tetapi belum unik asli indonesia.

Lampu Taman Stupa Candi Borobudur | Taman Saya

Seperti ini baru unik, ingatlah teman pengrajin ornamen, semua bentuk apapun akan berkolaborasi sehingga akan lebih modern, tetapi akan jadi suatu trend dimasa yang akan datang bahwa bentuk alami dari tradisi akan dicari, mari kita budayakan lampu taman stupa, yuk . . .

Percaya atau tidak, 1000 tahun lebih nenek moyang kita membuat Borobudur, tidak kusangka barang kuno ini bisa menjadi ikon bangsa Indonesia, dan tidak aku duga, bahwa nenek moyang kita sanggup memberi nafkah secara langsung pada anak cucu mereka yaitu penduduk sekitar dengan berjualan makanan dan sovenir serta sculpture, JEMPOL kan . . . bagaimana dengan anak cucu kita ? . . OKE.

Ya ampun melenceng dweh tulisanku, maaf...

Kalau kita lihat sekilas lampu taman seperti ini tetap saja tampak kuno tidak menggairahkan mata, kadang sempat pula terlintas pikiran negatif akan keberadaannya di halaman rumah, tapi kalau pola pikir tentang taman sudah semakin maju dan berkembang, hal itu akan lewat menjadi suatu yang sangat ekskotik, indah dan menantang.

Bila lampu taman stupa terlihat kurang semangat jika berdiri sendiri, maka caranya yaitu dengan menambah tatakan empat kaki untuk jadikan tinggi sehingga radius cahaya menjadi tambah luas.

Sepertinya bukan itu saja, dengan tatakan akan lebih ekspos, tatakan empat kaki akan menghilangkan kesan individu untuk lampu taman jenis ini, coba modifikasi lainnya tapi tanpa merubah bentuk asli stupa.

Lestari budayaku.

Terima kasih kunjungannya,



Update: 16 Januari 2012, gambar lampu taman bentuk candi.


Miniatur Lampu taman Stupa Candi Borobudur | Taman Saya

4 Sep 2011

Warna Batu dan Tebing Taman Indah Cantik Alami

alam batu kali | Taman Saya

Taman indah dengan kolam dan tebing dari batu alam memang sangat cantik dan menarik tapi biaya buat taman jadi tinggi, oleh karena itu ini adalah gambar contoh batu kali dengan warna alami yang dapat menjadi acuan untuk membuat arifisial menjadi mirip aslinya, gambar batu ini diambil di Malang pegunungan.

Hasil dari mudik ini memberi inspirasi saya untuk memberi masukan warna natural yang kadang sayapun lupa warna asli dari tebing dan artifisial lain yang murni dari alam.

Kadang ingat kadang lupa karena rancu dengan sering melihat buatan teman-teman tukang taman, ide dan kombinasi warna mereka hebat bisa menipu pandangan mata sehingga perlu juga saya menyegarkan ingatan ini untuk kembali ke corak semula dari hasil sesungguhnya yang ingin dicapai.

Gambar batu ini asli tidak di coating atau pernis, hanya saya siram dengan air sungai agar tampak mengkilat dan segar, teknik ini biasa diterapkan untuk tanaman agar tampak segar menghilangkan debu agar matapun tidak terdistorsi panas matahari.

batu alam malang | Taman Saya

Coba bandingkan dengan korek api, perkiraan saya beratnya sekitar 2ton mungkin juga lebih, ini membuat mahal di biaya pemindahan daripada nilai riil dari batu itu sendiri, tetapi dengan teknik sederhana itu semua bisa pindah ke halaman rumah kita dari pasir bata semen dan tentu saja kecakapan tukang tebing realief dalam membentuknya.

Ha ha ha.. saya lagi membayangkan duduk di atas batu besar yang landai itu, suara air sungai, matahari pagi menerpa dan angin sepoi-sepoi mengelitikku, lupa dweh sama semua tanggungan.


batu kali apung | Taman Saya

Dari ketiga gambar tadi kalau kita cermati mengandung banyak unsur warna mulai dari warna dasar hitam, coklat, merah, kuning, putih, hijau, dan jangan lupa di coating agar lebih mendekati seperti gambar.

Tapi kalau kesulitan definisi warna bolehlah copy atau print gambar ini sebagai acuan mencocokkan warna (untuk pribadi), caranya yaitu dengan mendekatkan hasil cetak gambar dengan warna percobaan yang ditorehkan pada artifisial, dan tentu saja warna itu harus setengah kering agar tidak berubah hasilnya.

terima kasih sungai,
semoga bermanfaat.

22 Jul 2011

ke Taman Impian 4 - Model dan Gaya Taman Jepang

Kōraku-en, taman bergaya kaiyū di Okayama

Banyak sekali gaya taman Jepang, berikut ini saya memberikan masukan tentang model dan gaya taman Jepang, bagi orang yang idealis seperti saya yang merasa bosan dengan model taman indonesia bolehlah ini menjadi rekomendasi, selamat tinggal gaya taman Indonesia moderen, mediterania, eropa, minimalis . . .

Tetapi pemberitahuan dari saya, model Jepang ini sangat klasik, membawa kita di era Indonesia belum merdeka (kuno) dan jangan di coba sebelum berpikir mendalam.

Teman saya yang ahli dalam sketsa gambar taman pernah bertandang kerumah, ketika saya tanya apa pernah mendapat order gambar taman Jepang karesansui campuran seperti taman punya saya... di jawabnya TIDAK, parahnya lagi katanya taman saya kuno dan gag jaman, . . aduh sakit hati juga aku mendengar komentar seniman lukis ini.

Dengan terpaksa aku menjelaskan filosofi keseluruhan tentang batu alam yang aku tempatkan, mulai dari batu sambutan, batu bersusun zen yang menjelaskan dasar dibuatnya taman ini yaitu keluarga kecil saya, batu karang besar melambangkan Bapa, batu bersusun yang sebagian batu fosil membentuk air terjun dan kolam melambangkan Putra yang semuanya berada di nilai-nilai sakral, dan batu besar pacitan yang merupakan batu yang paling keras diantara semua batu melambangkan Roh Kudus yang telah berada di estetika profan.

Akhirnya teman saya yang jadi bingung karena tidak menguasai tentang taman Jepang.

Berikut ini model dan gaya taman Jepang sepengetahuan saya,

Taman shinden - zukuri
Taman dibangun di halaman tengah rumah kediaman bangsawan yang dibangun dengan gaya arsitektur shinden-zukuri.


Taman gaya jodo - jodoshiki
Ciri khas taman ini adalah kolam yang ditanami seroja. Tata letak taman dibuat menyerupai bentuk mandala dalam ajaran Jodokyo.


Taman batu Jepang - karesansui
Di taman batu Jepang, batu dipakai untuk menggambarkan air terjun, dan pasir berwarna putih dihamparkan untuk menggambarkan air mengalir. Air sama sekali tidak digunakan sebagai elemen taman. Taman batu Jepang hanya dimaksudkan untuk dilihat dari satu sudut pandang.


Taman gaya shoin - shoinshiki
Merupakan gaya taman Jepang yang paling umum. Taman dibangun menghadap atau mengelilingi shoin (bangunan atau ruangan besar tempat menerima tamu).
Ciri khas berupa batu-batu ukuran besar untuk menggambarkan pemandangan gunung di pedalaman.


Taman teh - chaniwa atau roji
Adalah sebutan untuk taman kecil yang dilengkapi jalan-jalan setapak yang dibangun di sekeliling rumah teh.
Batu pijakan adalah elemen penting yang disusun dijalan setapak yang mengelilingi rumah teh, susunan batu pijakan dimaksudkan untuk mengatur kecepatan langkah orang yang menuju ke rumah teh, penempatan tanaman dan batu ditentukan oleh masing-masing aliran upacara minum teh.
Taman model ini dilengkapi dengan wadah batu berisi air dan lentera batu.


Taman gaya kaiyu - kaiyushiki atau shisen kaiyu
Merupakan perpaduan dari taman gaya shoin dan taman teh, ciri khas taman adalah ukuran taman yang besar dan dilengkapi kolam dan batu-batu. Di dalam taman dibangun taman-taman teh berukuran kecil yang tersebar di beberapa tempat dan dibangun jembatan-jembatan untuk menghubungkannya.


Taman daimyo - daimyo niwa
Sebutan untuk taman-taman luas, di dalam taman jenis ini hampir selalu dibangun kolam. Keindahan taman dinikmati orang sambil berjalan di jalan-jalan setapak yang dibangun di dalam taman.


Bagi yang bercita rasa tinggi tentang taman, sekaligus berdana lebih, silahkan mencobanya, saya pernah berinteraksi sedikit di Surabaya di rumah kolektor sekaligus penjual ikan koi impor, di belakang rumah induk dia membuat rumah teh, ada kolam koi dengan ikan besar-besar, dan ada batu-batu fosil di berbagai tempat, terlihat seperti gaya shoin berpadu roji.

seandainya anda masuk kesana . . .Jepang Banget, ini baru taman rumah. Saya beri nilai sempurna.

Lanjutan dari :
ke Taman Impian 1
ke Taman Impian 2
ke Taman Impian 3

18 Jul 2011

Taman Kering Tidak Selamanya Kering

Komponen Taman Kering

Buat taman kering tidak selamanya tampak kering, kita bisa memasukkan unsur air dalam berbagai alternatif, atau bisa kita buat dengan perumpamaan penyusunan batu kerikil yang berkelok-kelok bak air, juga mendapatkan background hijau untuk menyejukkan mata.

Apa arti taman kering . . , yang menurut saya adalah taman yang dibuat tidak pada tempatnya, seperti di dalam ruangan, atau barang kali tempatnya ada tapi tidak memungkinkan untuk taman, dan taman itu dibuat hanya untuk mengisi kekosongan ruangan agar diperoleh keindahan, taman jenis ini bisa mengurangi perawatan, juga bisa menambah waktu perawatan tergantung dari komponen yang dibuat.

Dapat pula diartikan mengurangi unsur benda hidup dengan memperbanyak benda mati dalam elemen-elemennya.

Tanaman yang direkomendasikan yaitu jenis tanaman dingin yang sedikit konsumsi sinar matahari.

Pemakaian unsur semen akan terlihat dominan, dapat dilihat dari pemakaian kayu-kayuan, artifisial pohon kayu yang menyatu dengan pot kecil sehingga tampak hidup, itu semua bisa dipakai tetapi bisa juga ditinggalkan.

Untuk mendapatkan background hijau dapat dipakai batu kerikil hijau telur asin, bisa diumpamakan rumput, sedang untuk menghasilkan perumpamaan air didapat dengan menata batu hijau dikombinasikan dengan batu putih dan dibuat berkelok seperti air yang mengalir.

Kalau berdana lebih, pakai pula batu pacitan besar (kuning kecoklatan), batu fosil, atau jenis batu lainnya sebagai penguat karakter taman kering.

Pemakaian unsur air sesungguhnya dapat diterapkan dengan pemakaian gentong, pot teratai atau pot jenis lain yang dapat menampung air, bisa juga kolam kecil atau alternatif yang lainnya.

Bila ingin gemercik air, tambahkah pancuran air yang di gerakkan dengan mesin pompa untuk aquarium. oke . . .

Usahakan pot air terbuat dari semen dan di beri pelapis cat (coating) agar awet dan tidak mudah berlumut, bisa di lihat di artikel saya sebelumnya : Penempatan Pot yang Tepat.

Modifikasilah taman kering milik anda sendiri, masih banyak hal lain yang masih harus diperhatikan dengan taman jenis yang satu ini.

Semoga bermanfaat.

14 Jul 2011

ke Taman Impian 3 - Taman Jepang

Taman Gaya Jepang
Shitennoj honbo garden

Taman Saya semakin kesasar dan terlarut dalam model taman gaya Jepang, . . kwa kwa kwa. . .biar ach. . . ,
Sekedar informasi, gaya taman jepang ini berbeda jauh prinsip dasarnya dengan taman gaya indonesia modern, itu menurut saya yang bingung dan berpikir keras mempelajari ini.
(kalau ada yang bingung, mari kita bersalaman).

Dalam taman Jepang tidak dikenal garis-garis lurus atau simetris. Taman Jepang sengaja dirancang asimetris agar tidak ada satu pun elemen yang menjadi dominan. Bila ada titik fokus, maka titik fokus digeser agar tidak tepat berada di tengah.

Tidak sama dengan taman indonesia modern yang mengenal pusat taman, seperti bonsai besar, batu artifisial, gazebo cantik, dan elemen lainnya sebagai pusat perhatian dari taman.

Taman Jepang mengenal dua hal ekstrem taman, yaitu sakral dan profan.

Di halaman bangunan sakral hanya disebar pasir dan kerikil. Pada halaman bangunan profan adalah tempat memuaskan estetika keduniawian, taman yang dilengkapi kolam besar dan ditanami pepohonan, perdu, serta tanaman bunga, misalnya rumah peristirahatan dan kediaman resmi. Taman seperti ini diperindah dengan dekorasi seperti batu-batuan, lentera batu, dan gazebo.

Berada di tengah-tengahnya antara sakral dan profan adalah taman yang menggabungkan nilai-nilai sakral dan estetika profan.

Taman Jepang yang berukuran besar dilengkapi dengan bangunan kecil seperti rumah teh, gazebo, dan kuil.

Di antara gedung dan taman kadang-kadang dibangun ruang transisi berupa beranda sebagai tempat orang duduk-duduk. Dari beranda, pengunjung dapat menikmati keindahan taman dari kejauhan.

Tidak semua taman Jepang dirancang untuk dimasuki atau diinjak orang, hanya untuk dipandang dari jauh, orang dapat melihat secara sekaligus semua elemen yang ada di dalam taman.

Taman Jepang mengenal permainan perspektif sebagai salah satu teknik untuk membuat taman terlihat lebih besar dari luas sebenarnya.

Teknik pertama
dari beberapa teknik yang biasa digunakan adalah penciptaan ilusi jarak. Taman akan terlihat lebih luas bila di latar depan diletakkan batu-batuan dan pepohonan yang lebih besar daripada batu-batuan dan pepohonan di latar belakang.


Teknik kedua
berupa "tersembunyi dari penglihatan" (miegakure), tidak semua pemandangan di dalam taman dapat dilihat sekaligus. Tanaman, pagar, dan bangunan digunakan untuk menghalangi pandangan isi taman seperti air terjun, lentera batu, dan gazebo. Orang harus berjalan masuk sebelum dapat melihat isi taman.


Teknik ketiga
disebut lanskap pinjaman (shakkei), pemandangan taman meminjam pemandangan alam di latar belakang seperti pegunungan, sungai, atau hutan yang berada di kejauhan. Bangunan seperti istana, rumah, gedung di luar taman juga dapat dijadikan bagian integral dari taman.


wow . . . lumayan konsen, menjabarkannya.

Poin yang didapat:
Ada perbedaan prinsip dasar bila dibanding dengan taman indonesia modern, prinsip asimetris memang berlaku untuk semua gaya taman tetapi di gaya modern ada yang dominan.

Permainan perspektif agar taman terlihat lebih luas memang sering dilakukan tukang taman, tetapi dengan adanya tiga teknik ini, bisa menambah pola pikir saya sendiri, hwakakaka . . . .

Nb. artikel : ke Taman Impian 3 - Taman Jepang, adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya yaitu ke Taman Impian 1 dan ke Taman Impian 2, dan pada saat artikel di atas di terbitkan, alhamdulilah saya telah membuat taman Jepang ala Anton9909 dengan karakter taman batu Jepang dan penuh filosofi di halaman depan rumah saya.

Merdeka . . . Muach . . muach . . (kapan-kapan saya terbitkan fotonya.)

8 Okt 2010

Ke Taman Impian 2 - Sejarah Taman Batu Jepang

Taman Saya - Buat Taman Jepang

Membuat taman itu mudah, tinggal panggil tukang taman selesai sudah. Tetapi bagi orang yang mencintai taman, masih ada banyak cerita, arti dan makna dibalik taman yang dirawatnya. (seperti seni fotografi, satu gambar bisa menceriterakan banyak hal), ada baiknya kita belajar sejarah taman.

Menurut sejarah taman batu Jepang yang ditulis oleh Matsu Yoshikawa, dokumen tertua mengenai taman Jepang yang pertama adalah "pulau" yang dibangun Sogano Umako di tepi Sungai Asuka.

Berdasar ide tersebut, di rumah kediamannya, Pangeran Kusakabe membangun taman untuk menggambarkan lanskap alam yang terdiri dari pulau berukuran sedang, jembatan, kolam, dan pantai berbatu-batu.

Pada zaman Nara, Taman Toin di Istana Heijo dibangun dengan menggunakan batu-batu untuk menggambarkan pemandangan laut, tepi sungai, tepi laut, dan air yang mengalir.

zaman Heian populer taman-taman yang dibangun dengan kolam berukuran besar, air merupakan elemen dasar dalam taman Jepang waktu itu.

zaman Kamakura dikenal biksu-biksu ahli pertamanan (ishitadeso). Pembangunan taman waktu itu didasarkan oleh tradisi pertamanan Jepang yang dipadukan dengan filsafat Zen, serta seni, budaya, dan filsafat dari Cina.

Kesulitan air menjadikan mereka membangun taman dari batu-batu yang disebut karesansui. Lanskap alam seperti sungai dan gunung dapat dilambangkan hanya dengan sebuah batu.

Teknik pertamanan berkembang pesat di Jepang pada zaman Muromachi berkat taman batu Jepang yang dirancang dan dibangun oleh Zenami dan pemikiran dari ahli pertamanan bernama Muso Soseki.

Poin yang didapat: 

Membangun taman dengan filsafat, sulitnya air menjadi dasar adanya taman kering, tetapi sekarang sepertinya bagian dari gaya hidup, dan ternyata benda seperti gunung, sungai dapat dilambangkan dengan bentuk abstrak batu.