16 Jan 2012

Yuk Pangkas dan Gunting Tanaman di Taman Karena di GENJOT Hujan

tips pangkas tanaman


Musim Hujan, banyak unsur nitrogen masuk dalam tanah, jadikan tanah subur dan lembab untuk pertumbuhan akar dan tanaman jadi di genjot pertumbuhannya seperti kata Melani, maka perlu dipangkas tanaman hias dan tanaman buahnya, kalau teknik memangkas dilakukan dengan benar maka di periode berikutnya lebih banyak bunga, buah, atau lebih cantik tentunya.

Tujuan dari kita memangkas tanaman adalah untuk alasan estetika dan produktivitas, lalu untuk alasan keamanan, dan yang terakhir untuk kesehatan tanaman itu sendiri.

Pemangkasan untuk estetika dan produktivitas dilakukan bila tanaman menjadi lebat dan proporsinya mengganggu komposisi taman sehingga tidak asyik lagi dipandang, dengan lebatnya daun maka tanaman jadi kurang berbunga, bila itu terjadi pada tanaman buah tentu akan mengurangi kelebatan buah.

Alasan keamanan misalnya mengganggu jalan kita sehari-hari, kondisi dahan sudah rapuh, atau mengganggu kabel listrik depan rumah, maka pemangkasan tanaman adalah solusi.

Pemangkasan untuk kesehatan tanaman bila tanaman terserang hama atau penyakit, perlu adanya pemangkasan pada bagian itu untuk mengurangi penyebaran penyakit, prosesi dan caranya simpel yaitu potong agak jauh dari batang yang sakit dan oleskan alkohol atau fungisida yang sudah dilarutkan.

Tips memangkas tanaman :

Pangkas tanaman sehabis berbunga atau berbuah, ini dilakukan agar tanaman dapat berbunga lagi lebih lebat.

Jangan memangkas tanaman yang baru saja di beri pupuk, lakukan sebaliknya yaitu pupuklah setelah dipangkas.

Pemangkasan pada cabang kecil lebih baik daripada cabang besar karena bekas luka dapat jadi sumber masuknya penyakit jadi perlu perlakuan khusus.

Pangkas cabang yang kearah atas agar tanaman tidak tumbuh tinggi.

Kalau ingin membentuk pangkasan dengan model tertentu pakailah gunting rumput, gunting rumput gunakan dengan membolak baliknya agar enak memangkas dan lebih mudah.

Ada satu lagi dalam memangkas pembentukan tanaman, yaitu teknik memangkas dengan sedikit di tarik secara bersamaan, hal ini bertujuan agar daun pangkasan tidak masuk di dalam kerimbunan tanaman dan menjadi sampah. (kalau anda bisa melakukan ini, maka anda tukang pangkas tanaman profesional hwakaka. . . )

Salam berpangkas ria di musim hujan ini . .

dan terima kasih mampir di sini.

27 Sep 2011

Berburu Tanaman Hias Agar Taman Ayu

Taman Saya

Pasar jual beli tanaman hias bagus, maka berburu bunga tidak berdasar insting dan mood saja, tetapi perlu diseleksi dengan detail, membeli tanaman hias baik di nusery maupun dipenjual bunga sama dengan membeli hewan peliharaan, jadi banyak kriterianya, berikut ada beberapa tips kriteria untuk memilih tanaman bunga maupun tanaman berbatang keras yang ada di pasar bunga.

Pertama, tidak ada tanaman yang sempurna baik dalam bentuk maupun sifat hidupnya, seperti manusia juga. Jadi bila anda memilih tanaman hias yang cacat fisik adalah wajar asal tidak berlebihan dan mencolok. Kalau toh mendekati sempurna, pastilah itu sudah sortir dari ratusan tanaman sejenis yang pastinya lain harga pula.

Kedua, yaitu kesehatan tanaman yang dimulai dari daun yang paling mudah untuk mengenalinya. Pastikan di ketiak daun (pertemuan batang dengan tangkai) tidak terdapat hama, bubuk hitam atau jamur, sering pula di bagian belakang daun terdapat masalah di atas, sedang bagian atas daun cek pula apa ada gejala serangan hama ataupun jamur (insting anda pasti dapat mengenali).

Ketiga, seperti pada daun pengamatan perlu dilakukan dengan pola dan cara sama juga dengan mengamati daun, harap kenali perbedaan tanaman berbatang keras dengan yang berbatang lunak, bila kurang pemahaman akan tanaman, cara yang mudah adalah dengan membandingkan tanaman sejenis yang ada di situ, syukur kalau bisa dengan tanaman sejenis di tempat lain, karena biasanya pada satu tempat yang sama hama dan jamur akan sama (mungkin).

Keempat, mengamati akar adalah hal yang sulit karena tertutup tanah, bertahun-tahun saya bekerja dengan tanaman dan bisa saya katakan bahwa kematian tanaman 75% (kira2 saya Kang, Jeng) dimulai dari akar. Terus bagaimana cara mengamatinya (garuk kepala. . .), saya juga belum menemukan solusi untuk pembeli karena cara satu-satunya yaitu dengan mencabut tanaman yang tentunya pasti tidak boleh.

Mungkin ini bisa jadi panduan awal, bila itu tanaman dalam pot maka korek sedikit tanahnya dan amati, bisa juga lihat bagian bawah pot lobang sirkulasi air, selain terhadap hama dan jamur periksa kelembabpan media (kalau habis disiram air tidak bisa jadi acuan).

Jika tanaman di media tanah langsung, khususnya tanaman berbatang keras maka yang harus dilakukan adalah coba dorong sedikit batang kesamping (jangan terlalu keras: atau anda ingin membuat mati tanaman baru) semakin banyak akar serabut baru maka tanaman semakin kokoh di pertemuan batang dengan tanah, tanda tanaman dari tampungan atau stok yang sudah lama dan telah beradaptasi (bukan mutlak).

Kelima, bertanyalah pada penjual apa yang bisa anda tanyakan yaitu tentang sifat tanaman itu sendiri, walaupun anda sudah tahu dari berbagai buku referensi tanyakan lagi, karena merekalah yang lebih tahu sifat tanaman, bahkan suka duka tanaman tersebut mereka alami setiap hari, berbeda dengan buku yang kebanyakan pengarang (mengarang), mereka ambil referensi dari berbagai sumber dan terutama ensiklopedia.

Keenam, untuk tanaman batang keras bertanyalah sudah berapa lama di stok, tentu saja dengan bahasa halus yang tidak terasa, semakin lama stok semakin baik, ingat juga semakin lama stok tingkat sortir pembeli juga banyak, dan jangan lupa bahwa semakin lama stok biaya perawatan pedagang juga semakin banyak (jangan ditawar mati-matian, wajar saja sesuai perawatan).

Salam berburu tanaman,


Link bermanfaat :
Penyakit Pada Tanaman dan Penanggulangan | Mengenal Sifat Tanaman | Hama Tanaman Hias - Kwangwung | I KOLAM KOI Contoh Design Kolam | TIPS BUAT TEBING KOLAM AIR TERJUN | Cara buat taman | Tips Buat Taman dan Menekan Biaya Pembuatan | KONSEP DASAR TAMAN MINIMALIS MODERN

22 Sep 2011

Gaya Taman Alam Oriental


Taman Oriental termasuk didalamnya taman bergaya Jepang dan Cina serta Korea yang menerapkan konsep Taoisme, ciri-cirinya selalu memakai unsur air yang dianggap dapat mengalirkan energi chi jadi sering pula menggunakan kolam dan danau buatan, pada taman Jepang model sand garden adalah yang paling menonjol.

Gaya Jepang, Cina, dan Korea kalau sama buat apa diekspos, he he he . . . ini konsep dasarnya, taman Jepang mengandalkan bentuk alam secara miniatur, taman Korea membiarkan alam sebagaimana adanya, dan taman Cina membentuk dunia dalam versi kecil.

Sama dengan taman tropis yang menggambarkan alam Indonesia, taman Jepang juga merefleksikan bentuk alam Jepang, mereka membuat hamparan pasir yang setiap harinya digaruk-garuk menyerupai aliran air, konon alur pasir ini berpengaruh ke psikologis pemiliknya.

Untuk taman Jepang, detailnya ada di sini Taman Jepang dari Pengalaman.

Karena gaya oriental Cina berkonsep luas yaitu membentuk dunia dalam versi kecil, maka lahan yang digunakan pastilah juga akan luas, tembok naga, pegunungan, danau, air terjun, paviliun, ruang minum teh adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam taman tradisional ini.


Oleh karena itu dalam penerapan di taman rumah akan saya persempit pada ciri gazebo khas oriental yaitu beratap pagoda sebagai bagian utama pengganti hardscape paviliun.

Tanaman pangkasnya juga berciri yingyang yaitu bulat, maka jangan heran jika lingkaran akan menjadi tema utama setelah gazebo, bahkan pohon cemara bisa melingkar meliuk-liuk dipangkas menyerupai pagoda.

Dua sisi dunia hitam dan putih yang selalu beriringan juga tidak pernah lepas dari konsep ini dan dipaparkan dalam berbagai apresiasi, kadang tampak jelas tetapi ada pula yang tersamarkan.



Untuk Gaya Korea yang berkonsep membiarkan alam secara apa adanya, untuk yang tradisional tidak sama kata tetapi sama arti dengan gaya Cina.

Saya mohon maaf, memasukkan tema Pagoda dan simbol Yingyang dari taman oriental Cina, semua ini imajinasi dan insting sebagai pekerja taman, karena saat artikel ditulis belum ada di wiki maupun artikel Indonesia yang menulisnya.

Salam,
terima kasih . . .

Bermanfaat : Tips Tebing Kolam

21 Sep 2011

Taman Gaya Klasik Eropa Punya

Taman Klasik

Taman ayu bergaya klasik ini cocok dengan rumah beraksitektur klasik juga seperti rumah model Spanyol maupun Eropa, bisa juga diaplikasikan pada model rumah lainnya, contoh taman indah klasik seperti di Perancis, di sana dikenal istana Versaille yang mempunyai taman klasik mempesona.

Taman ini mempunyai model khas yaitu teratur dan mengikuti pola-pola geometris seperti segitiga, lingkaran ataupun kotak. Karena keteraturan bentuk dan model ini maka penyesuaian pada tanaman patut dilakukan.

Tanaman ini bisa menjadi acuan, seperti pohon serut, teh-tehan, gardenia, mirten, lantana, cemara, bambu jepang, beringin, siantau, soka, bougenville, azalea.

Tanaman yang memiliki ciri tajuk daunnya dipakai untuk memberi kesan klasik yang terlebih dahulu dibentuk sesuai dengan yang kita inginkan, atau pemasangan kerangka yang dibentuk pergola (pergola dianggap mewakili karakter klasik) dan diberi tanaman rambat sekelilingnya.


Untuk pergola dibutuhkan tanaman rambat seperti bougenville terutama yang berbunga merah karena cepat tumbuh, alamanda, stepanot, thunbergia, ceguk/wundani, air mata pengantin dan satu lagi bisa dengan pohon anggur untuk yang tinggal di daerah panas.

Berbeda dengan taman bergaya tropis yang perawatannya relatif lebih ringan, gaya klasik lebih membutuhkan kesungguhan anda untuk menjaga bentuk geometrisnya dengan memangkas secara teratur.

Versaille Palace by.Jason Burmeister

Sebenarnya Indonesia juga punya, yaitu Gaya Apik Resik seperti pernah saya tulis di pengalaman saya yang pernah menggunakan pacul dan donak (keranjang buat angkat tanah taman) sebagai suka dan duka.

Salam Pergola untuk klasik.

19 Sep 2011

Taman JAYA Gaya Taman Tropis

Taman Gaya Tropis

Gaya Taman ini yang paling sesuai diterapkan di rumah-rumah dengan semua unsur yang dapat ditemukan disekitar kita membuat mudah dalam pengerjaan, dulu gaya ini pernah berjaya, seperti di rumah ibu saya.

Rumah yang paling cocok adalah yang bergaya tradisional dan tropis, tapi tidak menutup kemungkinan gaya rumah lainnya.

Definisi taman tropis adalah gambaran alam di Indonesia dengan model-model hutan tropis, aliran air sungai, dan gunung-gunung adalah sumber inspirasi dari taman ini, dengan difinisi ini dapat anda kembangkan sendiri imajinasi.

Menghadirkan taman ini seperti menghadirkan suasana hutan tropis di halaman, kira-kira 90% tanaman disekitar kita bisa untuk mengisi material softscape gaya ini, tapi bentuk warna dan sifat tanaman harus disesuaikan dengan lingkungan dan hati kita agar cantik menarik.

Adalah suatu pilihan bahwa tanaman yang memiliki karakter daun lebar, tidak punya masa berbunga, warna daun yang unik, ini untuk memenuhi kriteria hutan yang mengandalkan model daun tumbuh dengan liar.

Taman Gaya Tropis

memiliki tajuk bunga yang lebat dan rimbun dan merupakan tanaman yang tumbuh di bawah naungan pohon besar juga bisa dijadikan alternatif.

Jenis tanamannya seperti jahe-jahean, tanduk menjangan, monstera, beringin, blanceng, philodendron, talas, palem, kelapa sawit, kacang hias, bromelia, pandan, anthurium, agape, hanjuang, heliconia, kamboja, solanum, dan lainnya adalah materi.

Tanaman-tanaman itu diatur berdasarkan komposisi warna dan ukurannya hingga menyerupai kerimbunan hutan tropis dan tanaman buah juga bisa diterapkan. Jadi gaya ini mirip dengan Gaya Taman Campur Sari, yang membedakannya hanya dari banyaknya jenis tanaman dan tentu si campur sarilah yang lebih beragam.

Ada juga yang menjadikan tanaman rimbun agar terkesan alami. Untuk merawat taman gaya tropis, kita tidak membutuhkan keahlian khusus, tinggal pangkas tunas yang tidak dikehendaki agar kerimbunan tanaman dapat dikendalikan.

Ingin membandingkan macam gaya taman, lihat di Gaya Taman.

Salam rindang dengan Gaya Tropis.

4 Sep 2011

Warna Batu dan Tebing Taman Indah Cantik Alami

alam batu kali | Taman Saya

Taman indah dengan kolam dan tebing dari batu alam memang sangat cantik dan menarik tapi biaya buat taman jadi tinggi, oleh karena itu ini adalah gambar contoh batu kali dengan warna alami yang dapat menjadi acuan untuk membuat arifisial menjadi mirip aslinya, gambar batu ini diambil di Malang pegunungan.

Hasil dari mudik ini memberi inspirasi saya untuk memberi masukan warna natural yang kadang sayapun lupa warna asli dari tebing dan artifisial lain yang murni dari alam.

Kadang ingat kadang lupa karena rancu dengan sering melihat buatan teman-teman tukang taman, ide dan kombinasi warna mereka hebat bisa menipu pandangan mata sehingga perlu juga saya menyegarkan ingatan ini untuk kembali ke corak semula dari hasil sesungguhnya yang ingin dicapai.

Gambar batu ini asli tidak di coating atau pernis, hanya saya siram dengan air sungai agar tampak mengkilat dan segar, teknik ini biasa diterapkan untuk tanaman agar tampak segar menghilangkan debu agar matapun tidak terdistorsi panas matahari.

batu alam malang | Taman Saya

Coba bandingkan dengan korek api, perkiraan saya beratnya sekitar 2ton mungkin juga lebih, ini membuat mahal di biaya pemindahan daripada nilai riil dari batu itu sendiri, tetapi dengan teknik sederhana itu semua bisa pindah ke halaman rumah kita dari pasir bata semen dan tentu saja kecakapan tukang tebing realief dalam membentuknya.

Ha ha ha.. saya lagi membayangkan duduk di atas batu besar yang landai itu, suara air sungai, matahari pagi menerpa dan angin sepoi-sepoi mengelitikku, lupa dweh sama semua tanggungan.


batu kali apung | Taman Saya

Dari ketiga gambar tadi kalau kita cermati mengandung banyak unsur warna mulai dari warna dasar hitam, coklat, merah, kuning, putih, hijau, dan jangan lupa di coating agar lebih mendekati seperti gambar.

Tapi kalau kesulitan definisi warna bolehlah copy atau print gambar ini sebagai acuan mencocokkan warna (untuk pribadi), caranya yaitu dengan mendekatkan hasil cetak gambar dengan warna percobaan yang ditorehkan pada artifisial, dan tentu saja warna itu harus setengah kering agar tidak berubah hasilnya.

terima kasih sungai,
semoga bermanfaat.

22 Jul 2011

ke Taman Impian 4 - Model dan Gaya Taman Jepang

Kōraku-en, taman bergaya kaiyū di Okayama

Banyak sekali gaya taman Jepang, berikut ini saya memberikan masukan tentang model dan gaya taman Jepang, bagi orang yang idealis seperti saya yang merasa bosan dengan model taman indonesia bolehlah ini menjadi rekomendasi, selamat tinggal gaya taman Indonesia moderen, mediterania, eropa, minimalis . . .

Tetapi pemberitahuan dari saya, model Jepang ini sangat klasik, membawa kita di era Indonesia belum merdeka (kuno) dan jangan di coba sebelum berpikir mendalam.

Teman saya yang ahli dalam sketsa gambar taman pernah bertandang kerumah, ketika saya tanya apa pernah mendapat order gambar taman Jepang karesansui campuran seperti taman punya saya... di jawabnya TIDAK, parahnya lagi katanya taman saya kuno dan gag jaman, . . aduh sakit hati juga aku mendengar komentar seniman lukis ini.

Dengan terpaksa aku menjelaskan filosofi keseluruhan tentang batu alam yang aku tempatkan, mulai dari batu sambutan, batu bersusun zen yang menjelaskan dasar dibuatnya taman ini yaitu keluarga kecil saya, batu karang besar melambangkan Bapa, batu bersusun yang sebagian batu fosil membentuk air terjun dan kolam melambangkan Putra yang semuanya berada di nilai-nilai sakral, dan batu besar pacitan yang merupakan batu yang paling keras diantara semua batu melambangkan Roh Kudus yang telah berada di estetika profan.

Akhirnya teman saya yang jadi bingung karena tidak menguasai tentang taman Jepang.

Berikut ini model dan gaya taman Jepang sepengetahuan saya,

Taman shinden - zukuri
Taman dibangun di halaman tengah rumah kediaman bangsawan yang dibangun dengan gaya arsitektur shinden-zukuri.


Taman gaya jodo - jodoshiki
Ciri khas taman ini adalah kolam yang ditanami seroja. Tata letak taman dibuat menyerupai bentuk mandala dalam ajaran Jodokyo.


Taman batu Jepang - karesansui
Di taman batu Jepang, batu dipakai untuk menggambarkan air terjun, dan pasir berwarna putih dihamparkan untuk menggambarkan air mengalir. Air sama sekali tidak digunakan sebagai elemen taman. Taman batu Jepang hanya dimaksudkan untuk dilihat dari satu sudut pandang.


Taman gaya shoin - shoinshiki
Merupakan gaya taman Jepang yang paling umum. Taman dibangun menghadap atau mengelilingi shoin (bangunan atau ruangan besar tempat menerima tamu).
Ciri khas berupa batu-batu ukuran besar untuk menggambarkan pemandangan gunung di pedalaman.


Taman teh - chaniwa atau roji
Adalah sebutan untuk taman kecil yang dilengkapi jalan-jalan setapak yang dibangun di sekeliling rumah teh.
Batu pijakan adalah elemen penting yang disusun dijalan setapak yang mengelilingi rumah teh, susunan batu pijakan dimaksudkan untuk mengatur kecepatan langkah orang yang menuju ke rumah teh, penempatan tanaman dan batu ditentukan oleh masing-masing aliran upacara minum teh.
Taman model ini dilengkapi dengan wadah batu berisi air dan lentera batu.


Taman gaya kaiyu - kaiyushiki atau shisen kaiyu
Merupakan perpaduan dari taman gaya shoin dan taman teh, ciri khas taman adalah ukuran taman yang besar dan dilengkapi kolam dan batu-batu. Di dalam taman dibangun taman-taman teh berukuran kecil yang tersebar di beberapa tempat dan dibangun jembatan-jembatan untuk menghubungkannya.


Taman daimyo - daimyo niwa
Sebutan untuk taman-taman luas, di dalam taman jenis ini hampir selalu dibangun kolam. Keindahan taman dinikmati orang sambil berjalan di jalan-jalan setapak yang dibangun di dalam taman.


Bagi yang bercita rasa tinggi tentang taman, sekaligus berdana lebih, silahkan mencobanya, saya pernah berinteraksi sedikit di Surabaya di rumah kolektor sekaligus penjual ikan koi impor, di belakang rumah induk dia membuat rumah teh, ada kolam koi dengan ikan besar-besar, dan ada batu-batu fosil di berbagai tempat, terlihat seperti gaya shoin berpadu roji.

seandainya anda masuk kesana . . .Jepang Banget, ini baru taman rumah. Saya beri nilai sempurna.

Lanjutan dari :
ke Taman Impian 1
ke Taman Impian 2
ke Taman Impian 3

15 Jul 2011

Taman Mungil di Lahan Sempit

Buat penghobi tanaman tetapi tidak punya lahan yang cukup, tidak usah risau, tidak hanya Anda saja yang bermasalah ini, masih banyak orang lain yang bernasib serupa anda, termasuk saya ha . . ha . . , hal ini banyak terjadi khususnya warga di kota besar.

Mari kita melirik taman mungil untuk menyiasatinya, pada lahan terbatas anda sudah dapat memiliki taman, dengan bentuk sederhana, budget yang dianggarkan semakin kecil.

Perawatannya lebih mudah. Anda bisa melakukannya sendiri, tidak perlu asisten rumah tangga seperti tukang kebun.

Perawatan mandiri tak lantas asal, perlu siasat jitu agar taman mungil tetap asri, contohnya cari tanaman yang tidak mudah rontok daun atau tanaman yang tumbuhnya tidak cepat besar.

Awal perencanaan, perhatikan komposisi taman, jangan sampai berlebihan, misalnya dalam penanaman satu jenis yang berumpun, jangan terlalu rapat bedakan jumlah tanaman utama dan tanaman penutup.

Untuk itu, pembatasan jenis tanaman dipandang perlu, pakailah 3 atau 4 jenis tanaman, usahakan tanaman tersebut mudah beranak, supaya bisa beregenerasi.

Pemilihan jenis tanaman juga tidak lepas dari karakteristiknya. Sebaiknya, pilih tanaman yang "kuat" di segala kondisi, panas ataupun hujan.


Tips dari taman saya, usahakan tidak menanam rumput gantilah rumput dengan background tanaman kecil, karena kalau berlahan sempit ada banyak masalah yang ditimbulkan dengan penanaman rumput. PERCAYALAH.

14 Jul 2011

ke Taman Impian 3 - Taman Jepang

Taman Gaya Jepang
Shitennoj honbo garden

Taman Saya semakin kesasar dan terlarut dalam model taman gaya Jepang, . . kwa kwa kwa. . .biar ach. . . ,
Sekedar informasi, gaya taman jepang ini berbeda jauh prinsip dasarnya dengan taman gaya indonesia modern, itu menurut saya yang bingung dan berpikir keras mempelajari ini.
(kalau ada yang bingung, mari kita bersalaman).

Dalam taman Jepang tidak dikenal garis-garis lurus atau simetris. Taman Jepang sengaja dirancang asimetris agar tidak ada satu pun elemen yang menjadi dominan. Bila ada titik fokus, maka titik fokus digeser agar tidak tepat berada di tengah.

Tidak sama dengan taman indonesia modern yang mengenal pusat taman, seperti bonsai besar, batu artifisial, gazebo cantik, dan elemen lainnya sebagai pusat perhatian dari taman.

Taman Jepang mengenal dua hal ekstrem taman, yaitu sakral dan profan.

Di halaman bangunan sakral hanya disebar pasir dan kerikil. Pada halaman bangunan profan adalah tempat memuaskan estetika keduniawian, taman yang dilengkapi kolam besar dan ditanami pepohonan, perdu, serta tanaman bunga, misalnya rumah peristirahatan dan kediaman resmi. Taman seperti ini diperindah dengan dekorasi seperti batu-batuan, lentera batu, dan gazebo.

Berada di tengah-tengahnya antara sakral dan profan adalah taman yang menggabungkan nilai-nilai sakral dan estetika profan.

Taman Jepang yang berukuran besar dilengkapi dengan bangunan kecil seperti rumah teh, gazebo, dan kuil.

Di antara gedung dan taman kadang-kadang dibangun ruang transisi berupa beranda sebagai tempat orang duduk-duduk. Dari beranda, pengunjung dapat menikmati keindahan taman dari kejauhan.

Tidak semua taman Jepang dirancang untuk dimasuki atau diinjak orang, hanya untuk dipandang dari jauh, orang dapat melihat secara sekaligus semua elemen yang ada di dalam taman.

Taman Jepang mengenal permainan perspektif sebagai salah satu teknik untuk membuat taman terlihat lebih besar dari luas sebenarnya.

Teknik pertama
dari beberapa teknik yang biasa digunakan adalah penciptaan ilusi jarak. Taman akan terlihat lebih luas bila di latar depan diletakkan batu-batuan dan pepohonan yang lebih besar daripada batu-batuan dan pepohonan di latar belakang.


Teknik kedua
berupa "tersembunyi dari penglihatan" (miegakure), tidak semua pemandangan di dalam taman dapat dilihat sekaligus. Tanaman, pagar, dan bangunan digunakan untuk menghalangi pandangan isi taman seperti air terjun, lentera batu, dan gazebo. Orang harus berjalan masuk sebelum dapat melihat isi taman.


Teknik ketiga
disebut lanskap pinjaman (shakkei), pemandangan taman meminjam pemandangan alam di latar belakang seperti pegunungan, sungai, atau hutan yang berada di kejauhan. Bangunan seperti istana, rumah, gedung di luar taman juga dapat dijadikan bagian integral dari taman.


wow . . . lumayan konsen, menjabarkannya.

Poin yang didapat:
Ada perbedaan prinsip dasar bila dibanding dengan taman indonesia modern, prinsip asimetris memang berlaku untuk semua gaya taman tetapi di gaya modern ada yang dominan.

Permainan perspektif agar taman terlihat lebih luas memang sering dilakukan tukang taman, tetapi dengan adanya tiga teknik ini, bisa menambah pola pikir saya sendiri, hwakakaka . . . .

Nb. artikel : ke Taman Impian 3 - Taman Jepang, adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya yaitu ke Taman Impian 1 dan ke Taman Impian 2, dan pada saat artikel di atas di terbitkan, alhamdulilah saya telah membuat taman Jepang ala Anton9909 dengan karakter taman batu Jepang dan penuh filosofi di halaman depan rumah saya.

Merdeka . . . Muach . . muach . . (kapan-kapan saya terbitkan fotonya.)

13 Jul 2011

Tips Buat Taman dan Menekan Biaya Pembuatan



Membuat taman di halaman rumah dengan modal yang sangat minim dapat dilakukan, sebenarnya yang mahal adalah komponen tanaman dan perlengkapan lain yang mempercantik taman.

Oke langsung saja saya ke topik bahasan, hal-hal berikut di bawah tidak bisa ditawar sebagai materi utamanya, yaitu tanah taman, pupuk kompos atau kandang, dan rumput sebagai latar belakang hijau.

Jangan pernah mengurangi kebutuhan bahan di atas, biasanya konsumen sering merasa terlalu berat dengan biaya material ini, padahal itu semua penentu masa depan tanaman yang di tanam dalam kurun waktu lama.

Tanah taman yang gembur bila dipadatkan akan menyusut, apalagi bila kena siram air, jadi sebaiknya kebutuhan tanah dilebihkan untuk menjaga kontur tanah dimasa yang akan datang, pupuk yang ditanam bersama tanaman akan menjaga kegemburan tanah agar akar baru tanaman mudah berkembang, rumput yang rapat juga akan menjaga kontur tanah yang dibuat dan rumput taman tidak kalah dengan gulma (kecepatan tumbuh gulma lebih cepat dari rumput taman).

Masih seputar tips buat taman saja, kok masih jauh dari topik yaa . . he..he..he..

Tenang,.. kita ini sedang membuat taman, bukan sulapan . . alias bagus di muka, bermasalah di belakang.

Nah, untuk menekan biaya pembuatan taman sebaiknya jangan memakai tanaman mahal atau setidaknya untuk tanaman utama beli yang sedikit lebih kecil agar murah, sedangkan untuk tanaman pelengkap belilah setengah dari kebutuhan yang direncanakan.

Hwakakaka. . . tamannya terlihat lucu. . .
Memang iya sekarang terlihat lucu. . .

Tetapi, dengan perawatan yang rutin lihatlah karya itu 3 bulan kedepan, anda akan melihat hal yang luar biasa, tadinya tanaman jarang-jarang, kini mulai menutup dan berkembang.

Satu tahun kemudian anda kerepotan memangkas tanaman.

Tahun berikutnya, rumah anda akan seperti hutan. hwakakaka. . .

Kesimpulannya, membuat taman sesuai dengan harapan kita itu perlu pengetahuan yang cukup tentang tanaman, apalagi tanaman yang berbatang keras, tanaman itu bertumbuh dan menjadi besar, bila kita bisa memanfaatkan sifat tanaman maka dapat pula kita menekan biaya yang dikeluarkan untuk membuat taman.

Masih banyak tips-tips yang belum dituangkan dalam tulisan, kalau ingin mendapatkan artikel pengalaman saya terbaru, boleh. . . (kotak subscribenya bisa di isi.)

17 Jun 2011

Poh Sarang Dari Sisi Taman



Poh Sarang, banyak cerita tentang keindahan tempat wisata rohani umat katolik ini, saya juga akan mengulasnya, tetapi dari segi keindahan dan pertamanan.

Sekilas tentang Poh Sarang, terletak di Gunung Klotok, Lereng Gunung Wilis, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, 6 km, ± 15 menit dari Kota Kediri. Saya dengar pertama kali tempat ziarah ini dari tahun 94an dari pembimbing saya ibu Sugiharto katanya tempat masih becek bila hujan, lalu saya mendengar tempat ini mulai di buat jalan dari batu-batu kali, syukurlah.

Lima belas tahun berlalu, saya hanya mendengar, he..he..he.. Akhirnya datang juga panggilan itu (tersenyum ku menulisnya). Di tahun 2009 ku injakkan kaki dan melihat sebuah gereja ini . .




Waw, ini baru kata sambutan, seperti apa ini daftar isinya.

Setelah melewati beberapa tempat, sampailah di gerbang jalan salib bukit golgota seperti gambar pertama. Batu-batu kali (sungai) dengan diameter sekitar 15-20 cm menempel di berbagai tempat. teknik ini biasa saya pergunakan untuk dinding dengan batu bobos (batu kali agak kecoklatan diameternya 10cm) dan hasil yang didapat lebih alami.

Sekedar informasi, untuk mendapatkan batu kali bentuk utuh agak kebulatan itu agar lebih murah bisa didapat dari pesan batu pada supir truk dan kulinya, tentu saja dengan harga lain dari batu pondasi umumnya karena harus menyortirnya dulu, tetap saja lebih murah.

Setelah gapura, jalan terbentang berkelok-kelok juga dari material batu kali yang sama, terbayang dulu katanya becek jadi teringat.

Materi tanaman kebanyakan berbatang keras seperti palem, sono, beringin, sawo kecik, pule, flamboyan dan lainnya, tertata menimbulkan kesan rindang tetapi tidak redup. Oh iya di setiap kanan kiri jalan di dominasi palem raja sehingga lebih elegan.

Tanaman berbatang keras bila di aplikasikan ke taman rumah hendaknya disesuaikan dengan luas lahan yang ada, mengingat tanaman ini bisa besar dan tinggi hendaknya satu atau dua saja.

Untuk mengatasi tanah yang luas, tidak memakai rumput tetapi tanaman kacang-kacangan yang berbunga kuning sebagai background hijau. Kacang-kacangan dapat beranak pinak dari biji dan disetiap ros pangkal daun ada mata tunas yang siap tumbuh, sedang perawatannya cukup mudah yaitu dengan memangkas yang melebihi batas tali air dan memangkas bentuknya mengikuti kontur tanah. (hati-hati jangan memangkas terlalu pendek karena tanaman ini juga menghambat pertumbuhan rumput liar.

Inti dari semua bahwa taman yang indah adalah berorientasi pada manfaat sesungguhnya taman, penempatan tanaman yang tepat, serta tak lupa pada perawatan tanaman. Begitulah . . he..he..he...

8 Okt 2010

Ke Taman Impian 2 - Sejarah Taman Batu Jepang

Taman Saya - Buat Taman Jepang

Membuat taman itu mudah, tinggal panggil tukang taman selesai sudah. Tetapi bagi orang yang mencintai taman, masih ada banyak cerita, arti dan makna dibalik taman yang dirawatnya. (seperti seni fotografi, satu gambar bisa menceriterakan banyak hal), ada baiknya kita belajar sejarah taman.

Menurut sejarah taman batu Jepang yang ditulis oleh Matsu Yoshikawa, dokumen tertua mengenai taman Jepang yang pertama adalah "pulau" yang dibangun Sogano Umako di tepi Sungai Asuka.

Berdasar ide tersebut, di rumah kediamannya, Pangeran Kusakabe membangun taman untuk menggambarkan lanskap alam yang terdiri dari pulau berukuran sedang, jembatan, kolam, dan pantai berbatu-batu.

Pada zaman Nara, Taman Toin di Istana Heijo dibangun dengan menggunakan batu-batu untuk menggambarkan pemandangan laut, tepi sungai, tepi laut, dan air yang mengalir.

zaman Heian populer taman-taman yang dibangun dengan kolam berukuran besar, air merupakan elemen dasar dalam taman Jepang waktu itu.

zaman Kamakura dikenal biksu-biksu ahli pertamanan (ishitadeso). Pembangunan taman waktu itu didasarkan oleh tradisi pertamanan Jepang yang dipadukan dengan filsafat Zen, serta seni, budaya, dan filsafat dari Cina.

Kesulitan air menjadikan mereka membangun taman dari batu-batu yang disebut karesansui. Lanskap alam seperti sungai dan gunung dapat dilambangkan hanya dengan sebuah batu.

Teknik pertamanan berkembang pesat di Jepang pada zaman Muromachi berkat taman batu Jepang yang dirancang dan dibangun oleh Zenami dan pemikiran dari ahli pertamanan bernama Muso Soseki.

Poin yang didapat: 

Membangun taman dengan filsafat, sulitnya air menjadi dasar adanya taman kering, tetapi sekarang sepertinya bagian dari gaya hidup, dan ternyata benda seperti gunung, sungai dapat dilambangkan dengan bentuk abstrak batu.

Ke Taman Impian 1 - Taman Batu Jepang


Hobi mengumpulkan batu alam dan batu kali pada awalnya merupakan impian saya untuk membuat taman dengan kolam alami yang terbentuk dari batu-batu kali pilihan dengan bentuk dan warna yang unik khas batu kali pegunungan di jawa timur, 
kenapa koq impian . . . he he he . . , saat itu saya tidak punya rumah, hanya imajinasi saja untuk 10 atau 20 tahun kedepan.

Setiap lebaran libur di rumah mertua dan di belakang rumahnya ada sungai dari pegunungan, setiap saya memanggul batu unik hasil penyusuran sungai, orang selalu bertanya . . , buat apa ?
ho ho ho . . .

Hanya gigiku yang tampak silau dan bibirku yang melebar.

Sekarang impian 9 tahun lalu itu akan segera saya wujudkan, konsep dan skema sudah terekam dalam imajinasi, sekarang saya akan belajar tentang seni taman dengan filosofi.

Teringat akan seni Suiseki atau seni batu Jepang yang pernah kubaca, mbah google membawa saya ke paklik wiki dan terdamparlah saya di taman batu jepang sebagai awalnya.

Taman batu Jepang atau Karesansui, yang berarti lanskap kering atau taman Zen adalah salah satu gaya dalam taman Jepang. Taman jenis ini tidak menggunakan air. Lanskap alam dilukiskan dengan batu dan pasir yang melambangkan kolam dan aliran air. Orang yang melihat diminta untuk berimajinasi bahwa hamparan pasir berwarna putih dan kerikil adalah permukaan air. Jembatan dibangun untuk memberi kesan ada aliran air di bawahnya. Pola-pola pada hamparan pasir ditata dengan penggaruk bambu untuk melambangkan aliran air.

Taman ini bersifat abstrak, berkembang di kuil-kuil Zen maka dikenal sebagai taman Zen, taman batu sudah merupakan salah satu bagian dari beberapa gaya taman Jepang dari zaman sebelumnya. Berbeda dari gaya dan model taman Jepang lainnya, taman batu Jepang sama sekali tidak memerlukan air. Oleh karena itu, memungkinkan orang membuat taman model ini di tempat sulit air.



Taman batu Jepang yang paling terkenal berada di Ryoan-ji, taman ini hanya terdiri dari 15 buah batu di atas hamparan pasir yang dikelilingi tembok, hanya ada pasir dan batu, tidak ada pohon atau semak. Dilihat dari sudut mana pun (kecuali dari atas), hanya terlihat 14 buah batu.

Poin yang didapat:
Konsep Zen mengenai disiplin, mawas diri, pencerahan dan untuk meditasi.
Sudut yang tepat dan penempatan batu yang akurat disertai pengamatan yang teliti, mencapai tujuan.

30 Sep 2010

Taman di Rumah (manfaat)

Sekilas pandang Taman Saya bicara tentang manfaat taman di rumah, dari aspek sosial, ekonomi dan biologi.

Banyak sekali orang-orang membuat taman di depan, samping, belakang ataupun di lahan kosong samping rumah mereka, alasan utama mereka adalah untuk menyejukkan mata. Hamparan taman yang asri betapapun kecilnya, pasti lebih menarik dibanding lantai semen, paving atau batu. 

Selain itu, kita ikut andil dalam penyediaan oksigen bagi manusia, karena setelah menyerap karbon dioksida di udara sekelilingnya, tanaman akan mengeluarkan oksigen dalam proses fotosintesis di siang hari.

Tanaman juga dapat memperbaiki kualitas udara dengan mengurangi efek negatif polusi udara. Ketika udara yang kaya oksigen (yang dikeluarkan dari tanaman) bercampur dengan udara yang terpolusi oleh gas buangan kendaraan, debu, asap knalpot, dan bahan kimia, air yang secara teratur menguap dari dedaunan akan aktif membersihkan udara disekelilingnya.

Tanaman bisa digunakan sebagai pelindung dari polusi suara dan polusi debu untuk rumah yang dekat jalan raya, dengan memanfaatkan kerimbunan tanaman, hal itu bisa dicapai.

Bagi pemilik taman, taman mewakili dirinya. Taman depan rumah bisa diibaratkan ucapan selamat datang bagi tamu atau selamat pulang kerumah bagi anggota keluarga, sedangkan kebun belakang dan samping rumah diperuntukkan bagi kenikmatan pandangan si pemiliknya.

FTP cuma satu semester aja, omong biologi, hi hi hi. .

15 Sep 2010

TAMAN IDAMAN


Merupakan gambaran sepintas taman bergaya Eropa ini. Untuk merealisasikan mimpi pemilik, perancang mengeksplorasi data florikultura tanaman hias bunga yang cocok tumbuh di dataran rendah seperti Jakarta ini.

Berbeda dari umumnya, taman sebuah rumah di Pulo Mas, Jakarta Timur ini tidak mengedepankan aspek fungsi tetapi lebih pada aspek keindahan.

Pendekatan desain dari perancang Widjatmiko Heru dari Agla Pradipta Tama berawal dari keinginan pemilik untuk membuat taman bergaya Eropa pada kaveling seluas seluas 600 m2 di samping rumahnya.

Hamparan bunga penuh warna, gemericik air dari kolam pancuran dan mengalir ke sungai, jalan setapak yang berliku, jembatan, shelter dan ayunan, merupakan gambaran sepintas taman bergaya Eropa ini. Untuk merealisasikan mimpi pemilik, perancang mengeksplorasi data florikultura tanaman hias bunga yang cocok tumbuh di dataran rendah seperti Jakarta ini.

Beberapa jenis tanaman hias seperti Ixora, Cassandra, dan Lantana terbukti mampu menghasilkan bunga yang terus muncul sepanjang tahun. Sayangnya sebagian besar tanaman tersebut berupa tanaman semusim yang mampu bertahan 6 – 8 bulan saja. Data tersebut menjadi bahan pertimbangan saat merencanakan komposisi tanaman.


Dalam menata layout-nya, perancang harus mempertimbangkan posisi taman yang memisahkan bangunan utama rumah dengan garasi dan lapangan parkir. Selain itu, ada permintaan pemilik untuk menikmati taman dari arah teras dan ruangan keluarga.

Maka sebagai tahap awal, taman dipisahkan dari garasi dengan pagar yang disamarkan dengan tanaman. Untuk akses ke dalam, bisa melalui pintu yang dihubungkan dengan pathway berliku di antara komposisi tanaman yang dibuat melingkar mengelilingi taman dan diberi percabangan sebagai alternatif lintasan. Jalur inilah yang dikembangkan oleh perancang agar mendapatkan “sensasi” petualangan yang tidak sekadar mengutamakan keindahan visual semata-mata.

Ketika melewati pintu, kita akan menemui gazebo dengan gapura lengkung sebagao menjadi pembuka menuju ke taman di dalam yang sifatnya pribadi. Bangunan dari kayu kelapa dengan atap sirap ini dilengkapi oleh pohon dadap merah dan tanaman yang heterogen berwarna hijau.

Kemudian, kita akan menyeberangi jembatan kayu dengan aliran air yang bermuara dari kolam di sisi gazebo. Kemudian, kita akan menemui area di tengah penataan taman yang sengaja diisi penuh dengan tanaman berbunga / blooming area yang seolah-olah tumbuh tak beraturan di antara tepian aliran “sungai” bebatuan.

Beberapa peneduh yang bertajuk “transparan” seperti kayu putih, liang liu dan palem sengaja dihadirkan. Sensasi penuh warna menjadi semakin lengkap dengan hadirnya unsur air yang bersumber dari waterwall dan seolah-olah mengalir ke semua sudut taman sehingga semakin menggelitik indera pendengaran dan menggugah emosi.


Ditambahkan, sebuah konsep taman yang indah serta luas, untuk memperoleh nuansa alami, di butuhkan tenaga perawat khusus untuk perawatan rutin karena akan sia-sia bila membangun taman mahal dan luas tetapi untuk perawatan hanya sekedarnya, karena untuk mempertahankan keindahan taman dimasa mendatang tanamannya bertumbuh dan sebagian menjadi besar. Saran Taman Saya sebaiknya tanaman dadap merah diganti, karena terlalu banyak sampah daun setiap harinya.

11 Sep 2010

PERAWATAN RUTIN TAMAN



Taman yang sudah jadi membutuhkan perawatan yang rutin agar diperoleh keindahan yang maksimal, dan juga agar tanaman tidak mati, berikut ini hal-hal yang perlu dilakukan dalam perawatan taman.

Penyiraman

Dilakukan tiap pagi atau sore hari secukupnya dengan cara bawah disiram, batang, daun juga disiram secara lembut (air menyebar tidak terpusat).


Pencabutan gulma

Pencabutan gulma atau rumput liar pada rumput bilamana ada.


Penyiangan

Ini dilakukan pada daun mati dengan cara dipotong.


Pemotongan daun

Pemotongan atau pemangkasan tanaman untuk membentuk tekstur yang diinginkan setiap bulan sekali atau bila sudah waktunya dilakukan pemotongan bentuk.


Pembersihan tali air

Tali air adalah jeda antara rumput dengan tanaman sekitar 10 cm dan menjorok kedalam, pembersihan dilakukan dari rumput jepang agar tanaman memperoleh air maksimal meresap dalam akar.

Pemupukan

Setelah pemupukan anorganik siram dengan air, jarak penyiramannya jangan terlalu lama untuk mencegah larutan pupuk terpusat agar daun tidak menjadi panas atau gosong, khususnya jenis pupuk yang mengandung nitrogen banyak seperti Urea.